Panduan Bekam Basah dan Bekam Kering

| | 1 komentar ⇒ Share FB

PANDUAN SINGKAT TENTANG BEKAM
[CUPPING]


Anjuran Berbekam

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ
Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)


Macam-Macam Bekam

  1. Bekam Basah (Wet Cupping)
Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

Cara Melakukan Bekam Basah :
Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
  1. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  2. Bersihkan bagian kulit yang akan dibekam dengan desinfektans/alkohol.
  3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  4. Biarkan selama 3-5 menit.
  5. Lepas gelas bekam dan sayat bagian bekas bekam dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril.
  6. Bekam lagi posisi yang disayat tadi.
  7. Tunggu selama lebih kurang 3 menit sampai darah keluar dan menumpuk pada gelas bekam.
  8. Lepas gelas bekam dan buang darah kotor yang keluar, bersihkan kembali gelas bekam dan desinfeksi.
  9. Bekam lagi sebanyak 3-5 kali, atau sampai keluar cairan putih dari kulit.
  10. Oles bekas sayatan dan bekam dengan minyak habbatus sauda’ (jinten hitam).
  11. Lakukan setiap bulan atau setiap 2 minggu bagi yang penyakitnya parah.


  1. Bekam Kering (Dry Cupping)
Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.

Cara Melakukan Bekam Kering :
  1. Pilih titik bekam berdasarkan kondisi pasien.
  2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit.
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan, atau sampai piston tidak dapat ditarik lagi.
  5. Biarkan selama 10 menit (bagi pria), 7 menit (bagi wanita) atau 3 menit (bagi anak-anak).
  6. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit untuk menghilangkan bercak-bercak hitam atau blister.
  7. Lakukan selama 7 hari bagi orang dewasa dan 5 hari bagi anak-anak, kemudian diselingi masa interval selama 3 hari, lalu dilanjutkan lagi pembekaman.

  1. Bekam Seluncur (Sliding Cupping)
Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Cara Melakukan Bekam Seluncur :
  1. Pilih titik bekam sebagai awalan seluncur, biasanya bagian atas pundak.
  2. Pilih gelas bekam (cup) berdasarkan tingkat penyakit pasien dan postur tubuh. Semakin besar gelas yang digunakan maka tingkat rasa sakit akan semakin besar, namun efeknya akan semakin baik.
  3. Pijat bagian yang akan dibekam dengan dilumuri minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama lebih kurang 5 menit. Oleskan minyak agak banyak sebagai pelumas
  4. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki sebanyak 2-3 kali tarikan kemudian gerakkan/seluncurkan perlahan-lahan sampai tampak bruise (memar) kemerahan.
  5. Lepas gelas bekam dan pijat kembali dengan minyak zaitun atau minyak jinten hitam selama 2-3 menit.

  1. Bekam Cepat (Flash Cupping) atau Bekam Tarik
Yaitu metode bekam dengan cara tarik lepas – tarik lepas secara cepat pada bagian kulit yang sukar dibekam, atau apabila dibekam gelas cenderung jatuh. Area ini biasanya di sekitar wajah dan dahi.

Cara Melakukan Bekam Cepat :
  1. Pilih titik bekam pada dahi atau bagian yang nyeri.
  2. Pilih gelas bekam (cup) yang proporsional dengan lebar dahi (tidak terlalu besar).
  3. Pompa gelas bekam dengan piston pada posisi yang dikehendaki secukupnya kemudian lepas.
  4. Lakukan hal ini secara berulang-ulang sampai kulit berwarna kemerahan.


Diagnosis Penyakit Dengan Bekam

Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ internal (organ dalam) dapat diketahui dengan cara mengobservasi (mengamati) gejala-gejala eksternal dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat didiagnosa.”

Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :
  1. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
  2. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
  3. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  4. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
  5. Bekas bekam yang muncul berwerna merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  6. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
  7. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  8. Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
  9. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam bekam

  1. Pastikan bahwa gelas bekam sudah steril dan higinis sehingga aman untuk bekam (terutama bekam basah).
  2. Untuk pasien yang belum pernah dibekam sebelumnya, pilihlah gelas bekam dari yang terkecil lalu ke yang besar supaya tidak terlalu sakit.
  3. Posisi bekam dapat dilakukan dengan duduk atau berbaring menelungkup. Posisi duduk lebih baik untuk peredaran darah, namun bagi pasien yang lemah dianjurkan dengan posisi berbaring.
  4. Untuk pasien yang baru dibekam, sering-seringlah menanyai bagaimana keadaannya, apakah merasa mulas, pusing, mual atau adanya tanda-tanda akan pingsan lainnya. Segera hentikan bekam apabila pasien mengeluh kesakitan.
  5. Setelah bekam dihadapkan beristirahat yang cukup. Sebagian pasien segera merasa segar badannya setelah berbekam pada bagian punggung dan lutut, sehingga ia tidak mau beristirahat sebagaimana mestinya, hal ini dapat menyebabkan kembalinya penyakit.
  6. Sebagian orang merasakan suhu badannya naik setelah 1-2 hari setelah berbekam, hal ini adalah normal dan akan segera hilang.
  7. Pasien yang menderita sakit menular atau infeksius agar diberikan perhatian khusus. Bagi penderita penyakit infeksius, diharap gelas bekamnya adalah tersendiri (single use) dan juru bekam dianjurkan menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan karet (gloves), masker dan semisalnya.
  8. Pasien yang menderita tekanan darah rendah harus diperlakukan ekstra dan hati-hati. Tingkat kesadarannya selalu dimonitor agar tidak pingsan. Dihindarkan membekam pada areal punggung bawah yang sejajar dengan pusar ke bawah, karena hal ini bisa menurunkan tekanan darah dengan cepat.
  9. Permukaan kulit yang timbul blister kecil, bercak-bercak, noda darah dan darah stasis adalah reaksi normal setelah bekam. Apabila blister yang timbul banyak dan besar-besar (seperti luka bakar), maka dapat dipecah dengan cara menusukkan jarum steril kering hingga keluar cairannya (cairan limfoid) lalu didesinfeksi dengan desinfektans. Lebih dianjurkan apabila bekas bekam yang berblister ini dipijat lembut dengan minyak zaitun atau jinten hitam.
  10. Pasien yang mengalami mental stres, ketakutan, mual dan gejala mental lainnya, dihentikan pembekaman dan pasien disuruh berbaring relaks, tenang dan diberi minum dengan minuman manis (lebih baik madu) kemudian dimotivasi dan disugesti untuk menghilangkan atau meminimalisir gangguan mentalnya.


Larangan-Larangan Bekam

  1. Tidak dianjurkan melakukan bekam basah pada penderita diabetes kecuali juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  2. Jangan membekam orang yang fisiknya sangat lemah atau orang yang kelelahan (overfatigue).
  3. Jangan membekam orang yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi dan edema.
  4. Jangan membekam orang yang sudah jompo yang lemah fisiknya dan anak-anak yang tubuhnya lemah atau di bawah 3 tahun.
  5. Penderita leukimia (kanker darah) tidak dianjurkan untuk dibekam basah.
  6. Penderita hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia dan penyakit lainnya yang parah tidak dianjurkan dibekam kecuali kepada juru bekam yang ahli dan berpengalaman.
  7. Jangan memberkam pada kondisi : perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh demam (kedinginan).
  8. Jangan membekam wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama (trimester awal).
  9. Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi robek, patah tulang, varises, tumor.
  10. Jangan membekam wanita yang sedang haidh dan nifas.
  11. Jangan memberkam daerah perut terlalu keras
  12. Jangan membekam pasien yang mengkonsumsi obat pelancar dan pengencer darah semisal mengkudu, omega 3, dls.
  13. Jangan melakukan bekam langsung setelah makan, pembekaman dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan. Setelah bekam juga jangan langsung makan, melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya
  14. Tidak dianjurkan melakukan pembekaman kepada orang yang menderita klep jantung, kecuali di bawah pengawasan dokter atau ahli bekam yang berpengalaman.
  15. Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah 2 jam. Dianjurkan mandi dengan air hangat.
  16. Jangan membekam basah orang yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
  17. Jangan membekam pasien diabetes (gula darah di atas 280) kecuali oleh orang yang ahli.
  18. Jangan membekam di area terbuka atau tempat yang dingin. Lebih baik melakukan bekam di ruang yang hangat atau bersuhu normal ruangan.
  19. Dilarang membekam area berikut :
  • Lubang alamiah tubuh : mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus, puting susu.
  • Daerah sistem nodus limfa yang berfungsi sebagai penghasil antibodi, yaitu di submaksilari, korvikal, sudmalaonkular, aksilari, bagian detak jantung, nodus inguinalglimfa (lihat buku panduan biru hal. 13).
  • Daerah yang dekat dengan pembuluh besar (big vessels).
Contoh Area Bekam :


Copas dari: http://abusalma.wordpress.com/2007/03/01/panduan-singkat-tentang-bekam/
»»READ MORE - Panduan Bekam Basah dan Bekam Kering

17 Cara Melatih Si Kecil Berbicara

| | 5 komentar ⇒ Share FB

1. Ajak si kecil berbicara sesering mungkin sejak dini meskipun dia blm waktunya berbicara

2. Bicaralah dengan suara yg lembut karena mereka lebih suka mendengar suara yang lembut

3. Selalu berbicara dgn perlahan & jelas padanya, jangan lupa untuk melakukan kontak mata dgn si kecil

4. Ketika sdg bermain dengannya, kecilkan suara radio & tv, karena bisa mengacaukan konsentrasinya

5. Pilihlah kalimat sederhana

6. Ajukan pertanyaan yg memancing jawaban lebih dari suku kata, walau jawabannya kurang jelas tp kita hrs tetap menghargainya

7. Ajaklah si kecil bermain. bermain cilukba, tebak2an, mandi, makan dll

8. Ulangi apa yg dia katakan, ini akan memperjelas maknanya

9. Hindari berbicara kasar & buruk di depan si kecil, karena bisa ditiru

10. Beri perhatian jika ia mulai mengoceh, tatap matanya & berekspresi seolah kita tahu apa yg sedang diucapkannya

11. Beri tanggapan pada ocehannya, ucapkan dgn benar & jgn dicadelkan

12. Kenalkan si kecil pada dirinya sendiri, misalnya menunjukkan mana mata, hidung, telinga, pipi dll

13. Kenalkan si kecil pada benda2 sekitar seperti kursi, meja, lampu dan orang sekitarnya seperti kakek, nenek, paman, bibi dll

14. Ceritakan kegiatan yg baru saja anda dan si kecil lakukan, misalnya memandikan si kecil, membaca cerita, bermain dll

15. Putarkan lagu anak2 sambil bernyanyi dengan si kecil

16. Bacakan buku cerita, pilih buku cerita dgn gambar yg menarik & berwarna warni agar si kecil tertarik

17. Jika si kecil memperhatikan ketika kita ajak bicara, kita bisa teruskan tetapi jika dia mengalihkan perhatian kita bisa mencobanya lagi lain waktu



»»READ MORE - 17 Cara Melatih Si Kecil Berbicara

Mitos Seputar Imunisasi

| | 2 komentar ⇒ Share FB

1. Imunisasi dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang hendak dicegah.
Faktanya: mustahil anak terserang penyakit dari kuman yang sudah dilemahkan atau mati.

2.Kalau semua anak lain sudah mendapat imunisasi juga akan terlindungi.
Faktanya: jika satu anak tidak menerima imunisasi, ada kemungkinan banyak anak lain juga begitu, akhirnya penyakit menyebar tanpa bisa ditanggulangi.

3.Imunisasi tidak 100 persen efektif, sehingga sia-sia memberikan imunisasi.
Faktanya: dalam dunia medis, jarang ada hal yang berhasil 100 persen. Namun perkembangan teknologi terlah mendorong imunisasi yang ada saat ini hingga tingkat keberhasilannya mencapai 85-99 persen.

4.Reaksi imunisasi mungkin akan menyakiti anak.
Faktanya: biasanya reaksi yang muncul akan ringan saja, seperti demam, kemerahan sakit hanya di tempat yang disuntik, hingga ruam ringan. Jarang terjadi kejang atau reaksi alergi berat.

5.Asalkan anak sehat, aktif, dan makan makanan bergizi, anak tak memerlukan imunisasi.
Faktanya: vaksinasi diberikan supaya anak tetap sehat, bukan membuat anak sehat. Tujuannya untuk melindungi anak dari serangan penyakit.

6.Jika anak tidak sehat 100 persen, vaksin tidak boleh diberikan.
Faktanya: ternyata dalam tubuh yang mengalami infeksi ringan sekalipun, vaksin masih dapat bekerja.

7.Pada seri vaksinasi, jika satu kali terlambat diberikan, harus diulang lagi dari awal.
Faktanya: hal ini tidak benar. Ulangan atau booster bisa tetap diberikan dari yang terlambat diberikan saja, bukan dari awal.

8.Autisme disebabkan oleh imunisasi MMR.
Faktanya: sudah ada 17 proyek riset yang dilakukan tidak membuktikan hubungan ini.
Bahkan riset yang menyebutkan hubungan itu ternyata direkayasa, dan pemimpin riset tersebut diinvestigasi oleh Dewan Dokter Inggris.
»»READ MORE - Mitos Seputar Imunisasi

Manfaat Lidah Buaya

| | 1 komentar ⇒ Share FB

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.
Bangsa Mesir Kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM.
Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir Kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian.

Dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis Miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat.
Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa kegunaan lidah buaya bagi tubuh manusia:

1. Sebagai Anti-inflamasi
 Llidah buaya dapat membantu mengatasi luka bakar, digigit serangga atau masalah pencernaan.
Hal ini bisa diperoleh dengan cara meminum lidah buaya sebagai pengobatan secara internal.
Jus lidah buaya dipercaya dapat membantu mencegah konstipasi dan melancarkan saluran pencernaan. Minuman ini dibuat dari gel yang dihasilkan oleh lidah buaya.

2. Sebagai Penyembuh luka
Lidah buaya membantu untuk mengembalikan jaringan kulit yang luka. Untuk kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yaitu bagian berlendir yang diperoleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan, yang juga digunakan untuk membantu mengatasi masalah eksternal seperti masalah pada kulit, mulai dari luka bakar, jerawat hingga masalah kulit akibat gigitan serangga.

3. Sebagai antioksidan
Sehingga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan mem­bantu mencegah penyakit degeneratif.

4. Kosmetik
Mengingat kandungannya yang cukup lengkap, lidah buaya banyak dipergunakan pada berbagai produk kosmetik, seperti krim, lotion, atau sabun.
Kandungan lidah buaya di dalam produk kosmetik tersebut membantu meningkatkan kadar oksigen yang be'rguna bagi kulit, membantu menguat­kan jaringan kulit sehingga tidak mengendur, serta mem­bantu mencegahpenuaan dini.

5. Penyubur Rambut
Lidah buaya digunakan untuk menyuburkan rambut dengan cara memotong daunnya kemudian mengoleskan getah/ lendir yang keluar (eksudat) langsung di kulit kepala secara berkala.
Setelah itu baru dibersihkan dan dibilas.

Tanaman lidah buaya mempunyai bentuk fisik yang elok, tak salah jika banyak orang menanamnya sebagai tanaman hias penyemarak taman. Kini lidah buaya semakin populer, tak hanya manfaat untuk kesehatan maupun kecantikan yang terus diteliti. Gel atau daging dari pelepah daun ternyata juga lezat untuk dikonsumsi.
»»READ MORE - Manfaat Lidah Buaya

Manfaat Daun Salam

| | 4 komentar ⇒ Share FB

Daun salam biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter.

Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang dipakai sebagai bumbu, kulit pohonnya biasa dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan tumbuhan ini bisa dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek.
Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida.
Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Pohon salam memiliki berbagai khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

* Mengatasi asam urat yang tinggi
10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

* Mengatasi stroke
10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.

* Bagi penderita kolesterol tinggi
7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur.

* Untuk melancarkan peredaran darah
7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

* Mengatasi radang lambung
30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula batu secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.

* Untuk obat diare
7 lembar daun salam direbus dengan 200 cc air selama 15 menit, tambahkan garam secukupnya. Setelah dingin disaring lalu airnya diminum.
Ramuan lainnya, 7 lembar daun salam, 10 lembar daun jambu biji, 10 gram jahe, dan 1 buah kulit delima putih, dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan 200 cc air matang, disaring, lalu diminum.

* Mengatasi gatal-gatal
Daun atau kulit batang atau akar dicuci bersih lalu digiling hingga halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian balurkan pada bagian yang sakit.

* Sebagai obat kencing manis
7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 200 cc.
Setelah dingin disaring lalu diminum untuk dua kali sehari.
»»READ MORE - Manfaat Daun Salam

Manfaat Kunyit

| | 1 komentar ⇒ Share FB

Kunyit mempunyai akar serabut. Selain itu, kunyit juga mempunyai rimpang yang berwarna kuning.
Rimpang inilah yang sering digunakan untuk bumbu memasak. Jika rimpang dipotong atau dibelah, maka rimpang tersebut akan terlihat kuning yang bisa melekat di tangan.
Selain untuk masak, kunyit juga mempunyai khasiat untuk ramuan herbal.

Kunyit merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang sangat mudah didapatkan. Kunyit biasa digunakan sebagai bahan pelengkap masakan. Kunyit atau juga disebut kunir adalah tanaman asli Asia Tenggara.

Selain untuk masak, kunyit juga mempunyai khasiat untuk ramuan herbal.

Diantaranya adalah : mengobati diabetes mellitus, tifus, keputihan, melancarkan peredaran darah, menghilangkan flek di wajah, mengatasi pilek, gangguan haid, radang kulit, rematik, demam, sakit kuning, hepatitis, hipertensi, diare, disentri, dan gangguan pencernaan.

Selain itu, kunyit juga berkhasiat untuk mengatasi radang, berfungsi sebagai analgesik, karminatif, peluruh haid, serta dapat dipakai sebagai obat luar untuk merawat kulit (astringen).
»»READ MORE - Manfaat Kunyit

Apa itu Endometriosis?

| | 3 komentar ⇒ Share FB

Benarkan Endometriosis penyebab kemandulan tertinggi pada perempuan?
Akhir-akhir ini, semakin banyak wanita yang menderita Endometriosis atau lebih dikenal dengan “kista” pada organ reproduksinya.
Sebetulnya apakah Endometriosis itu?
Endometriosis merupakan salah satu kelainan ginekologi terbanyak yang ditemukan pada perempuan usia reproduksi sehat, yaitu berusia antara 20-35 tahun.
Penyebab terjadinya Endometriosis diantaranya adalah terhambatnya aliran darah haid dari dalam rahim ke vagina, sehingga sebagian darah haid tumpah melalui saluran rahim atau tuba falopi ke dalam rongga perut.
Memang,tidak semua perempuan yang menderita Endometriosis sulit memiliki keturunan. Namun sekitar 30-50% perempuan yg terkena Endometriosis mengalami gangguan kesuburan.

4 faktor penyebab kemandulan perempuan :


1.Faktor Hubungan Seksual (ML), yaitu frekuensi hubungan intim yang jarang.
Keadaan itu membuat kemungkinan terjadi kehamilan kecil.
Juga adanya gangguan berupa sakit saat ML dan membuat perempuan malas melakukannya.

2.Faktor Infeksi, berupa infeksi pada reproduksi perempuan (misalnya infeksi rahim, leher rahim, saluran telur dan indung telur)
Infeksi membuat fungsi organ yang terkena infeksi tidak berfungsi dengan baik sehingga kemampuan untuk terjadi kehamilan juga terganggu

3.Faktor Hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada perempuan sehingga pembentukan sel telur terganggu, tidak terbentuknya sel telur menyebabkan sulit hamil.

4.Faktor Psikis, misalnya stres yang berat sehingga mengganggu pembentukan sel telur.
Inilah sebabnya perempuan yang ingin hamil sebaiknya menghindari stress.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada perempuan, maka faktor-faktor penyebab tersebut harus dihindari. Tetapi kalau gangguan kesuburan telat terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.
»»READ MORE - Apa itu Endometriosis?
 
 
Designed Tempalte by Free CSS Templates | Blogger Templates by TeknoMobi